| Masyarakat Gunung Tujuh Merasa Dirugikan, Pelayanan BRI Pelompek Tuai Kritik Keras | | Drama Politik Warnai Sidang Abdul Wahid, Publik Pertanyakan Fokus Pembuktian Kasus Korupsi | | Jelang Pelantikan DPD, GRIB Jaya Pekanbaru Perluas Dukungan dan Sinergi dengan Berbagai Elemen Daerah | | Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus | | Audensi ke Camat Kulim, DPC GRIB JAYA Pekanbaru Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Pemerintah | | Polemik Sidang MDP Babel Memanas, Status Dian Wahyuni Dipertanyakan Advokat Hangga
⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Masyarakat Gunung Tujuh Merasa Dirugikan, Pelayanan BRI Pelompek Tuai Kritik Keras
Kamis, 04-06-2026 - 11:58:40 WIB

TERKAIT:
   
 

GardaMetro.Com , KERINCI – Sejumlah warga Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan pelayanan Bank BRI Unit Pelompek. Keluhan tersebut mulai dari proses administrasi pencairan dana yang dinilai berbelit-belit hingga persoalan ATM yang disebut-sebut sering kehabisan saldo pada hari pasar.

Salah seorang warga Desa Bumbun Duri menceritakan pengalamannya saat mengurus pencairan dana milik keluarganya. Menurut keterangan yang disampaikan, rekening tersebut atas nama Yesi Media yang saat ini sedang berada di Malaysia.

Sebelum berangkat ke Malaysia, yang bersangkutan disebut telah membuat surat kuasa kepada anaknya saat masih berada di Padang. Selain itu, dokumen identitas berupa KTP juga telah ditinggalkan untuk melengkapi persyaratan administrasi pencairan dana di Kerinci.

Namun, setelah seluruh dokumen diserahkan kepada pihak BRI Pelompek, pihak keluarga mengaku diminta melengkapi surat keterangan kuasa dari pemerintah desa. Pada Kamis (4/6/2026), surat yang diminta tersebut telah diserahkan kepada pihak bank.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku kembali menemui kendala karena surat kuasa tersebut dipersoalkan dengan alasan adanya dugaan ketidaksesuaian tanda tangan.
Keluarga nasabah menilai alasan tersebut tidak disertai penjelasan yang memadai dan terkesan mempersulit proses pencairan dana.

"Kami sudah menjelaskan bahwa surat kuasa dibuat langsung oleh yang bersangkutan di Padang sebelum berangkat ke Malaysia. Semua dokumen yang diminta sudah kami lengkapi, namun tetap belum bisa dicairkan," ungkap keluarga nasabah.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan nasabah yang berharap pelayanan perbankan dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan solusi bagi masyarakat.

Selain persoalan administrasi, warga Gunung Tujuh juga mengeluhkan kondisi mesin ATM BRI Pelompek yang disebut kerap kehabisan saldo setiap hari pasar, yakni setiap hari Senin. Akibatnya, masyarakat tidak dapat melakukan penarikan tunai melalui ATM pada saat kebutuhan transaksi sedang tinggi.

Menurut sejumlah warga, kejadian tersebut bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka berharap pihak BRI segera melakukan evaluasi dan memastikan ketersediaan uang tunai di mesin ATM, khususnya pada hari pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.sehingga  masyarakat harus menarik uang di brilink dengan biaya administrasi kuat dugaan pihak BRI Pelompek bekerja sama dengan Brilink di desa desa untuk membodohi masyarakat gunung tujuh.

Tak hanya itu, sejumlah nasabah juga menyampaikan keluhan terkait proses penutupan pinjaman yang menurut mereka perlu mendapat perhatian dan pengawasan lebih lanjut agar seluruh pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap pihak Bank BRI maupun otoritas terkait dapat memberikan klarifikasi atas berbagai keluhan yang berkembang terkait adanya dugaan pungli dan penahanan uang nasabah saat di cairkan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di BRI Unit Pelompek demi menjaga kepercayaan nasabah dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Hingga berita ini di publikasikan awak media belum dapat melakukan konfirmasi terhadap pihak BRI Pelompek .(Mariono)



 
Berita Lainnya :
  • Masyarakat Gunung Tujuh Merasa Dirugikan, Pelayanan BRI Pelompek Tuai Kritik Keras
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    01 Suami Istri Menggelapkan Uang Masyarakat Miliaran Rupiah, Berkedok Arisan Online
    02 Ponakan Sendiri Disetubuhi Oleh Seorang Perangkat Desa Banuasibohou
    03 Alm Briptu Nanda Asmara Dikebumikan, Keluarga Besar Polres Batubara Sangat Kehilangan
    04 Heboh, Warga Geger Kuburan Di Bongkar ,Tali Pocong di Curi
    05 Cabuli Pelajar SMK, Ayah Tiri di Rawa Jitu Selatan Ditangkap Polisi
    06 LSM INPEST Minta Satgas PKH Segera Sidak Dan Audit Perkebunan PT. MMJ Di Rupat
    07 Beredarnya Video Tidak Senonoh Diduga Oknum Anggota DPRD Kabupaten Nias Tidak Menjaga Marwah Dewan
     
    GardaMETRO.com adalah Situs berita nasional terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara. Fokus pada pembaca di Indonesia dan luar negeri. Selengkapnya
     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Ekonomi
    + Politik
    + Nasional
    + Daerah
    + Hukrim
    + Gaya Hidup
    + Internasional
    + Indeks Berita
     
     

    Alamat Kantor

     
    Jl. Hangtuah Ujung No. 69
    Pekanbaru - Riau
    Hotline :
    www.GardaMETRO.com
    MEMBER OF :
    Ikatan Media Online (IMO)
    Indonesia Himpunan Pewarta Indonesia (HPI)
     
    © 2021 GardaMETRO.com, all rights reserved