gardametro.com, KERINCI — Keluhan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kembali mencuat. Sejumlah masyarakat menilai pelayanan terhadap pasien perlu mendapat perhatian dan evaluasi agar ke depan dapat diberikan secara lebih maksimal.
Kekecewaan tersebut salah satunya disampaikan keluarga warga Desa Pelompek yang membawa anaknya ke Puskesmas Kersik Tuo setelah mengalami sakit hingga sempat pingsan.
Setibanya di Puskesmas Kersik Tuo, pasien langsung mendapatkan penanganan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah kondisi pasien mulai sadar, pihak Puskesmas kemudian menyarankan agar pasien menjalani rawat inap.
Namun, keluarga pasien mengaku kecewa dengan proses pemindahan pasien dari ruang IGD menuju ruang rawat inap.
Menurut keterangan keluarga, meskipun jarak antara ruang IGD dengan ruang rawat inap diperkirakan hanya sekitar 100 meter, pasien disebut harus dipindahkan sendiri oleh pihak keluarga dari tempat tidur di IGD ke tempat tidur lainnya.
Keluarga juga mengaku harus mendorong tempat tidur serta membawa pasien menuju ruang rawat inap tanpa didampingi petugas medis.
Tidak hanya persoalan proses pemindahan pasien, keluarga juga mengeluhkan ketersediaan obat di Puskesmas yang disebut tidak lengkap, sehingga terdapat obat yang harus mereka beli sendiri di luar Puskesmas.
Kondisi tersebut menambah kekecewaan keluarga pasien, mengingat mereka datang ke fasilitas kesehatan dengan harapan mendapatkan pelayanan dan kebutuhan pengobatan yang memadai.
"Kami sangat kecewa. Anak kami datang dalam kondisi sakit dan sempat pingsan. Setelah sadar, kami diminta untuk rawat inap. Tetapi ketika hendak dipindahkan, kami sendiri yang harus memindahkan dan membawa pasien sampai mencari ruangan rawat inap. Untuk obat juga ada yang katanya tidak tersedia, sehingga kami harus membeli obat ke luar," ungkap keluarga pasien.
Keluarga mempertanyakan standar pelayanan terhadap pasien, khususnya pasien yang baru saja mengalami kondisi darurat dan membutuhkan perhatian serta pendampingan tenaga kesehatan.
Menurut keluarga, pasien dalam kondisi seperti itu semestinya mendapatkan pendampingan yang memadai sejak proses penanganan di IGD hingga dipindahkan ke ruang rawat inap.
Keluarga berharap kejadian tersebut tidak kembali dialami pasien lainnya. Menurut mereka, pelayanan di fasilitas kesehatan seharusnya mengedepankan sikap cepat, tanggap, ramah serta memberikan pendampingan kepada pasien dan keluarga, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan.
Keluhan ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen Puskesmas Kersik Tuo maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.
Masyarakat meminta agar pelayanan kesehatan benar-benar berorientasi kepada kebutuhan pasien. Evaluasi terhadap kinerja petugas, pola pelayanan, ketersediaan obat hingga beban kerja tenaga kesehatan dinilai penting dilakukan apabila memang ditemukan persoalan di lapangan.
Bahkan, sejumlah warga berharap adanya penyegaran manajemen apabila hasil evaluasi nantinya menunjukkan perlunya perubahan, termasuk terhadap petugas yang dinilai kurang memberikan pelayanan maksimal.
Meski demikian, berbagai keluhan tersebut tetap perlu diklarifikasi kepada pihak Puskesmas Kersik Tuo agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang, termasuk mengenai standar pelayanan pasien, proses pemindahan dari IGD ke ruang rawat inap serta ketersediaan obat di fasilitas kesehatan tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Puskesmas Kersik Tuo belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi tetap akan dilakukan untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab dari pihak Puskesmas, sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang berdasarkan keterangan dari seluruh pihak terkait.