| Bharaduta Polres Kuansing Berbagi Berkah di Bulan Suci Ramadhan | | DPRD Riau Paripurna Penyampaian Hasil Kerja Pansus Terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020. | | MARI Tolak Kasasi Pemkab Rohul, Perintahkan Hak Mantan Anggota DPRD Teddy Mirza Dall Dibayarkan. | | Guna Putuskan Mata Rantai Penyebaran Virus Covid 19, Camat Gunung Tujuh Bagikan Ribuan Masker Kepada Masyarakat | | Alhamdulillah, Umur 11 Tahun Adrian Wilan Putra, Mendapat Juara I MTQ | | Lestarikan Budaya Adat Suku Mongondow, Ini Harapan Masyarakat Dumoga Kepada Pemerintah Bolmong
⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Membangun Potensi Unggulan Daerah Dengan Sistem Tanam, Petik Olah Jual
Selasa, 04-05-2021 - 11:52:02 WIB

TERKAIT:
 
  • Membangun Potensi Unggulan Daerah Dengan Sistem Tanam, Petik Olah Jual
  •  

    GardaMetro.com, Boven Digoel - Karet merupakan salah satu komoditif perkebunan di Provinsi Papua. Tanaman ini sudah dikenal di Provinsi Papua sejak zaman pemerintahan Belanda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda, maka pada tahun 1960 tanaman karet mulai dikembangkan di daerah Mindiptana dan sekitarnya dengan jenis tanaman karet yang berasal dari Brasil (Hevea braziliensis).

    Tanaman karet dianggap paling tepat dalam pengembangannya maupun dari aspek pemberdayaan masyarakat, seperti yang diutarakan oleh salah seorang Misionaris Belanda, Pastor Cornelis JJ de RooijI, bahwa, ”Ada empat alasan kenapa karet cocok untuk Papua, yaitu sesuai dengan kondisi tanah Papua, tidak perlu pupuk, tidak ada hama, dan sepanjang tahun masyarakat bisa memetik hasilnya,”.

     Pengembangan yang dilakukan oleh Gereja Katolik ini sementara masih melihat dari aspek pemberdayaan, tanaman karet bisa membantu masyarakat asli Papua dari keterbelakangan dan kemiskinan.
     
    Pengembangan tanaman karet di daerah Muyu, Mandobo dan Jair sudah dimulai sejak tahun 1971 oleh Pastor Josep Nuy, MSC, dengan memperkenalkan cara menanam, teknik pemeliharaan, penyadapan dan pemanfaatan getah karet. Bentuk lain juga yang dilakukan oleh para misionaris pada saat itu adalah dengan membuka kebun karet seluas 2,5 hektar, setelah itu dilakukan pelatihan penyadapan kepada masyarakat serta mendatangkan orang Jawa dan mendirikan rumah sadap.

    Namun upaya tersebut mengalami kendala, yakni pada tahun 1980 penyadapan karet terhenti. Tetapi upaya pengambangan tanaman karet secara swakelolah oleh masyarakat terus dilakukan, baik secara kelompok maupun secara individu.

    Upaya pengembangan lahan karet terus di dorong oleh Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel berdasarkan Data Potensi Perkembangan Perkebunan Kabupaten Boven Digoel Periode 2011-2015 yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel tahun 2016, luas perkebunan karet rakyat mencapai 3.817,56 hektar. Perkebunan karet rakyat ini tersebar di 14 distrik dengan jumlah petani sebanyak 6000 KK (kepala keluarga), total produksi karet lembaran mencapai 8.241 ton. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkataan lahan tanaman karet berbarengan dengan peningkataan hasil produksi getah karet (lateks).

    Sisi lain juga masih ada beberapa faktor yang menjadi kendala yang menyebabkan rendahnya sumbangan komoditi Karet dalam pembangunan sektor pertanian antara lain; usia tanaman karet di atas 50 tahun, harga satuan getah karet kering (RSS) maupun maupun getah karet beku (cup lamp) tidak tetap atau fluktuaktif. Juga ketersedian lahan belum maksimal karena terkendala status tanah.

    Potensi karet tersebut akan menjadi produk unggulan daerah untuk menggerakan sektor ekonomi masyarakat di kampung-kampung. Maka perlu komitmen pemerintah daerah dengan mendorong program-program strategis yang langsung dapat menyentu masyarakat. Tanam, Petik Olah dan Jual adalah alternatif program yang ditawarkan oleh MARIS, dengan sasaran yakni pada masyarakat di kampung-kampung. Tentu langka strategis ini dilakukan dalam rangka memangkas “budaya proposal” yang selama ini terjadi di kabupaten Boven Digoel, dan mengembalikan cintra “budaya menanam” masyarakat Boven Digoel yang hampir tergerus oleh budaya proposal. Jangan Tanya kerjaku, tapi lihat karyaku.*{Pah}



     
    Berita Lainnya :
  • Membangun Potensi Unggulan Daerah Dengan Sistem Tanam, Petik Olah Jual
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    01 Suami Istri Menggelapkan Uang Masyarakat Miliaran Rupiah, Berkedok Arisan Online
    02 Alm Briptu Nanda Asmara Dikebumikan, Keluarga Besar Polres Batubara Sangat Kehilangan
    03 Beredarnya Video Tidak Senonoh Diduga Oknum Anggota DPRD Kabupaten Nias Tidak Menjaga Marwah Dewan
    04 Cabuli Pelajar SMK, Ayah Tiri di Rawa Jitu Selatan Ditangkap Polisi
    05 Heboh, Warga Geger Kuburan Di Bongkar ,Tali Pocong di Curi
    06 Ponakan Sendiri Disetubuhi Oleh Seorang Perangkat Desa Banuasibohou
    07 Diduga Korupsi DD-ADD Pj Kades Antonioman Manaraja, Dan Terpilih Lagi Jadi Kades Defenitif Lahusa Fau
     
    GardaMETRO.com adalah Situs berita nasional terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara. Fokus pada pembaca di Indonesia dan luar negeri. Selengkapnya
     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Ekonomi
    + Politik
    + Nasional
    + Daerah
    + Hukrim
    + Gaya Hidup
    + Internasional
    + Indeks Berita
     
     

    Alamat Kantor

     
    Jl. Hangtuah Ujung No. 69
    Pekanbaru - Riau
    Hotline :
    www.GardaMETRO.com
    MEMBER OF :
    Ikatan Media Online (IMO)
    Indonesia Himpunan Pewarta Indonesia (HPI)
     
    © 2021 GardaMETRO.com, all rights reserved