| Polsek Bonai Darussalam Grebek Dua Lokasi Diduga Judi Tembak Ikan | | Wujudkan Netralitas Polri, Kapolres Kuansing Tegaskan Kepada Jajarannya Untuk Tidak Melakukan Politik Praktis | | Pjs Bupati Rohul Dukung Percepatan Program PTSL PM 20 | | Ketua Koalisi Nomor 2 Skawan, Minta Seluruh Tim Jemput Suara Rakyat Sampai Hari Penyoblosan | | Terpilih Melalui Muscaplub, Syahmadi Malau Jabat Ketua MPC PP Rohul | | PKNR dan HIMNI Rohul Sampaikan Dukungan dan Menangkan Hartop Nomor Urut 1
⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Komando Pasukan Katak, Kopaska TNI AL, Ksatria Penjaga Samudera Negara Kesatuan Republik Indonesia
Jumat, 03-07-2020 - 16:13:31 WIB

TERKAIT:
 
  • Komando Pasukan Katak, Kopaska TNI AL, Ksatria Penjaga Samudera Negara Kesatuan Republik Indonesia
  •  

    GardaMETRO.com, Samudera - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki wilayah perairan yang jauh lebih luas daripada daratan. Oleh sebab itu, pengamanan wilayah laut jelas harus menjadi prioritas utama untuk menghalau segala jenis ancaman. Apalagi, yang membahayakan kedaulatan negara.

    Menurut data yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, wilayah laut Nusantara memiliki luas mencapai 5,8 juta kilometer persegi, terdiri dari 3,24 juta kilometer persegi lautan, dan 2,55 juta kilometer persegi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Kamis (2/7/20).

    Dengan angka itu, luas wilayah perairan Indonesia berada dua kali lipat di atas wilayah daratan yang hanya sebesar 2,01 kilometer persegi.

    Luasnya wilayah perairan Indonesia, tentu akan beriringan dengan ancaman yang membahayakan kedaulatan negara. Sejumlah kasus pernah terjadi di wilayah laut Indonesia. Pada Januari 2020 lalu, sebuah kapal pasukan Penjaga Pantai (Coast Guard) Republik Rakyat China kedapatan masuk wilayah Laut Natuna.

    Kapal dengan dengan nomor lambung 5403 itu memberikan pernyataan yang mengancam ke Kapal Perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), KRI Tjiptadi-381, yang tengah berpatroli di wilayah tersebut. Pada akhirnya, kapal Coast Guard China itu berhasil diusir oleh KRI Tjiptadi dengan bantuan empat unit jet tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara (TNI AU).

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, TNI punya peran penting dalam pengamanan wilayah laut, terutama TNI AL. Awal pekan ini, Penulis mendapat kesempatan langsung melihat bagaimana pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, menunjukkan kemampuan tempurnya.

    Bertempat di Pulau Edam, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, satuan Kopaska Komando Armada I (Koarmada I) TNI AL, menjalani latihan tempur. Dengan skenario pembebasan dua sandera, pasukan Kopaska di bawah pimpinan Kolonel Laut Johan Wahyudi, Indonesian Frog Men mampu menguasai pulau tersebut hanya dalam waktu 25 menit.

    Tak terlihat ketakutan pada mata setiap anggota Kopaska. Sebab dalam setiap hati para personelnya, pengabdian kepada negara senantiasa jadi prioritas meski nyawa menjadi taruhannya. Panglima Koarmada I, Marsekal Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, menegaskan, peningkatan kualitas pasukan Kopaska adalah salah satu bentuk tanggung jawab TNI AL dalam pengamanan wilayah laut Indonesia.

    Terutama objek vital nasional, yang menyangkut hidup orang banyak dan kedaulatan negara. Heri memastikan bahwa latihan ini adalah bagian dari aplikasi Undang-undang Nomor 34 tahun 2004, tentang tugas pokok TNI.

    "Dalam pasal 7 Undang-undang tugas pokok TNI nomor 34 tahun 2004, menegaskan bahwa TNI memiliki tugas mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis. Salah satu diantaranya adalah bagaimana meningkatkan kualitas satuan pasukan komando kami, untuk melakukan tugas anti-teror, anti-demolisi, anti-sabotase, dan pertempuran laut jarak dekat, " ujar Heri.

    "Karena banyak (objek vital nasional) yang juga milik swasta, maka kami melakukan patroli di sekitarnya. Ada pula (pihak swasta) yang meminta (penjagaan) on the spot. Jadi, andai ada kapal-kapal ilegal dan membahayakan yang masuk ke daerah terlarang makan kami akan meluncur, kami akan merespons dengan pasukan kami yang ada," katanya.

    Dalam pantauan penuis, sejumlah pasukan Kopaska sempat dihadang oleh sejumlah ledakan saat akan membebaskan sandera. Akan tetapi, dengan kemampuan khuasus yang dimiliki oleh setiap individu prajurit Kopaska, kedua sandera yang jadi target mampu dibebaskan.

    Panglima Koarmada I menyebut bahwa pergerakan secara rahasia dan senyap adalah kunci bagi setiap prajurit Kopaska. Meskipun, tetap ada kemungkinan jumlah musuh jauh lebih besar daripada armada Kopaska yang diturunkan.

    "Operasi biasa dilakukan malam hari secara senyap. Saat musuh lengah, kami masuk melalui pantai tanpa diketahui oleh musuh. Pada prinsipnya secepatnya (menyelasikan misi), tergantung kelengahan lawan. Jika kekuatan musuh lebih besar, maka mereka memiliki inisiatif akan menyelam pindah. Jadi kesenyapan dan kerahasiaan adalah hal yang diutamakan," ucap Heri melanjutkan.

    "Peralatan pastinya kami akan mengikuti teknologi. Kami akan upayakan, kami akan ajukan secara bertahap sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini," katanya.

    Setiap anggota satuan elite Kopaska senantiasa meyakini semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna, yang berarti "Tidak ada rintangan yang tak bisa diatasi." Selain itu, para prajurit ini juga memegang teguh semboyan matra TNI AL Jalesveva Jayamahe, yang punya makna "Di Lautan Kita Jaya. (rls/Andri).



     
    Berita Lainnya :
  • Komando Pasukan Katak, Kopaska TNI AL, Ksatria Penjaga Samudera Negara Kesatuan Republik Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    01 Suami Istri Menggelapkan Uang Masyarakat Miliaran Rupiah, Berkedok Arisan Online
    02 Alm Briptu Nanda Asmara Dikebumikan, Keluarga Besar Polres Batubara Sangat Kehilangan
    03 Cabuli Pelajar SMK, Ayah Tiri di Rawa Jitu Selatan Ditangkap Polisi
    04 Beredarnya Video Tidak Senonoh Diduga Oknum Anggota DPRD Kabupaten Nias Tidak Menjaga Marwah Dewan
    05 Heboh, Warga Geger Kuburan Di Bongkar ,Tali Pocong di Curi
    06 Ponakan Sendiri Disetubuhi Oleh Seorang Perangkat Desa Banuasibohou
    07 Diduga Korupsi DD-ADD Pj Kades Antonioman Manaraja, Dan Terpilih Lagi Jadi Kades Defenitif Lahusa Fau
     
    GardaMETRO.com adalah Situs berita nasional terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara. Fokus pada pembaca di Indonesia dan luar negeri. Selengkapnya
     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Ekonomi
    + Politik
    + Nasional
    + Daerah
    + Hukrim
    + Gaya Hidup
    + Internasional
    + Indeks Berita
     
     

    Alamat Kantor

     
    Jl. Hangtuah Ujung No. 69
    Pekanbaru - Riau
    Hotline :
    0823-8884-6661
    www.GardaMETRO.com
    MEMBER OF :
    Ikatan Media Online (IMO)
    Indonesia Himpunan Pewarta Indonesia (HPI)
     
    © 2019 GardaMETRO.com, all rights reserved