| Krisis Obat di RSUD M. Thalib Sungai Penuh? Pasien Diminta Beli di Luar | | Pemilik Yayasan Dapur MBG Kerinci Akui Aktif di Media, LSM dan Dua Kali Ikut UKW | | Saat Narasi Berbalik Arah: Pernyataan ‘Kebenaran Akan Menemukan Jalannya’ Kini Membayangi Abdul Wahid | | Klarifikasi Ketua Forum Lintang Kanan Dugaan Penggelapan Dana Itu Hoaxs | | Agen Pelayaran Bengkalis Bantah Dugaan Penyelundupan, Klaim Penuhi Bea Masuk, PPN, dan PPh Impor | | Ratusan Ton Barang Diduga Ilegal Masuk Bengkalis Setiap Pekan, Pengawasan Bea Cukai Dipertanyakan
⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Krisis Obat di RSUD M. Thalib Sungai Penuh? Pasien Diminta Beli di Luar
Senin, 15-06-2026 - 00:01:25 WIB

TERKAIT:
   
 

GARDAMETRO, COM, KOTA SUNGAI PENUH -Pelayanan kesehatan di RSUD M. Thalib KOTA Sungai Penuh KERINCI kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan ketersediaan obat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut yang diduga mengalami krisis stok obat. 
 
Keluhan itu muncul setelah beberapa pasien yang menjalani pengobatan mengaku tidak mendapatkan obat yang diresepkan dokter dan terpaksa membeli sendiri di apotek luar rumah sakit. 
 
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (13/6/2026), mengatakan, saat berobat ke RSUD M. Thalib, obat yang seharusnya diberikan pihak rumah sakit tidak tersedia. 
 
“Obat penurun tensi dan pereda nyeri tidak ada. Kami disuruh beli di luar. Padahal kami berobat menggunakan fasilitas yang seharusnya sudah mencakup kebutuhan obat,” kesalnya. 
 
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami satu atau dua pasien. Bahkan seorang pasien berkebutuhan khusus yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut disebut tidak mendapatkan satu pun obat dari apotek rumah sakit. 
 
“Pasien berkebutuhan khusus itu tidak dapat obat sama sekali. Semua harus dicari sendiri di luar,” katanya. 
 
Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit memang meminta pasien membeli obat di luar apabila stok di apotek rumah sakit kosong. Pasien kemudian diarahkan untuk mengajukan penggantian biaya ke bagian keuangan rumah sakit dengan menunjukkan bukti pembelian. 
 
Namun dalam praktiknya, tidak semua pasien sempat atau mengetahui mekanisme penggantian tersebut.  “Memang disuruh beli di luar dan katanya bisa diganti oleh bagian keuangan. Tapi tidak semua pasien sempat mengurusnya. Ada yang nilai pembelian obatnya Cuma Rp20 ribu sampai Rp30 ribu, jadi banyak yang memilih tidak mengurus,” ungkapnya. 
 
Jika kondisi itu terjadi setiap hari, potensi akumulasi biaya yang ditanggung masyarakat dinilai tidak sedikit. 
“Kalau sehari ada sekitar 50 pasien yang beli obat sendiri, tentu jumlah uang yang keluar dari masyarakat cukup besar. Belum lagi banyak yang tidak mengambil penggantian,” tuturnya. 
 
Tak hanya persoalan ketersediaan obat, sumber tersebut juga menyoroti dugaan adanya perubahan resep dokter oleh petugas apotek rumah sakit. 
 
Menurut pengakuannya, terdapat kasus di mana obat yang diresepkan dokter diganti dengan obat lain yang dinilai lebih murah dan memiliki dosis berbeda. 
 
“Misalnya dokter meresepkan Atorvastatin, tetapi yang diberikan justru obat lain dengan harga lebih murah dan dosis lebih rendah. Bahkan jumlah obat yang diberikan juga dikurangi,” katanya. 
 
Ia mencontohkan, resep dokter untuk kebutuhan konsumsi selama 10 hari disebut hanya diberikan untuk lima hari. 
“Dokter menulis untuk 10 hari, tapi pasien hanya menerima obat untuk lima hari. Ini tentu menimbulkan pertanyaan karena menyangkut efektivitas pengobatan pasien,” ujarnya. 
 
Keluhan-keluhan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang berharap manajemen RSUD M. Thalib Sungai Penuh segera memberikan penjelasan terkait ketersediaan stok obat, mekanisme penggantian biaya pembelian obat di luar rumah sakit, serta dugaan perubahan resep dan pengurangan jumlah obat yang diberikan kepada pasien. 
 
Hingga berita ini diturunkan, Direktur dan pihak manajemen RSUD M. Thalib Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut.(MR)



 
Berita Lainnya :
  • Krisis Obat di RSUD M. Thalib Sungai Penuh? Pasien Diminta Beli di Luar
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    01 Suami Istri Menggelapkan Uang Masyarakat Miliaran Rupiah, Berkedok Arisan Online
    02 Ponakan Sendiri Disetubuhi Oleh Seorang Perangkat Desa Banuasibohou
    03 Alm Briptu Nanda Asmara Dikebumikan, Keluarga Besar Polres Batubara Sangat Kehilangan
    04 Heboh, Warga Geger Kuburan Di Bongkar ,Tali Pocong di Curi
    05 Cabuli Pelajar SMK, Ayah Tiri di Rawa Jitu Selatan Ditangkap Polisi
    06 LSM INPEST Minta Satgas PKH Segera Sidak Dan Audit Perkebunan PT. MMJ Di Rupat
    07 Jelang Pelantikan DPD, GRIB Jaya Pekanbaru Perluas Dukungan dan Sinergi dengan Berbagai Elemen Daerah
     
    GardaMETRO.com adalah Situs berita nasional terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara. Fokus pada pembaca di Indonesia dan luar negeri. Selengkapnya
     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Ekonomi
    + Politik
    + Nasional
    + Daerah
    + Hukrim
    + Gaya Hidup
    + Internasional
    + Indeks Berita
     
     

    Alamat Kantor

     
    Jl. Hangtuah Ujung No. 69
    Pekanbaru - Riau
    Hotline :
    www.GardaMETRO.com
    MEMBER OF :
    Ikatan Media Online (IMO)
    Indonesia Himpunan Pewarta Indonesia (HPI)
     
    © 2021 GardaMETRO.com, all rights reserved